​”AN TAROODHIN MINKUM” Online Shop

Standar

A. Bro, mau tanya tentang JUAL BELI ONLINE.

B. Gimana-gimana?

A. Jual beli online itu kan ada yang sistemnya DROPSHIPPER dan RESELLER, nah bagaimana model jual beli keduanya itu bro, boleh nggak?

B. Okay. Satu-satu ya. Sistem DROPSHIP dulu, gimana itu model DROPSHIP?

A. Sistem DROPSHIP itu salah satu model jual beli online kita sebagai DROPSHIPPER NGGAK PERLU MODAL sepeser pun, karena dengan model ini, kita nggak sedia stok barang. Kita HANYA menawarkan INFORMASI PRODUK berupa pic atau lainnya kepada konsumen, jika konsumen tertarik untuk membeli, barang akan dikirim langsung dari pihak SUPPLIER atau DISTRIBUTOR. Kira-kira peran dropshipper ini kayak SALES atau MARKETER, gitu.

B. Kalau gitu DROPSHIPPER itu MAKELAR. MAKELAR bukan orang yang sah disebut PENJUAL BARANG. DROPSHIPPER hanya MARKETER. Dapetnya FEE. Jual Beli JASA. Jasa menjualkan produk.

A. Klo DROPSHIPPER ambil UNTUNG dengan MENAIKKAN HARGA yang sudah ditentukan SUPPLIER, gimana bro?

B. DROPSHIPPER BIKIN KESEPAKATAN dengan SUPPLIER atau DISTRIBUTOR dulu sebelum jual beli terjadi.

Kesepakatan antara Supplier dan Dropshipper bisa dengan :

(1) Supplier bilang ke Dropshipper : Anda jualin produk saya, harga produk 300ribu. Fee buat ente Dropshipper adalah selisih berapa rupiah pun ente Dropshipper bikin kesepakatan dengan Konsumen.

(2). Supplier bilang ke Dropshipper, Anda jualin produk saya. Klo udah laku nanti ngomong jujur harganya berapa, nanti saya kasih fee X% dari harga jual.

(3). Supplier bilang ke Dropshipper, Anda boleh jualin produk saya. Berapapun harganya (tapi saya kasih range harga minimal 300ribu), nanti saya kasih fee 70ribu.

Pada model Dropship ini, PELAKU jual beli adalah SUPPLIER dan KONSUMEN. Dropshipper dan Konsumen bahas harga ya gak apa apa. Entar si Dropshipper lapor ke Supplier tentang deal harga berapa rupiah.

Gitu ya.
Kalau Reseller bagaimana ?

A. Ok Sip. Klo Jual beli online model RESELLER ini, prakteknya Reseller menyediakan STOCK barang terlebih dahulu untuk di jual kembali kepada konsumen. STOCK barang didapat dari PRODUSEN sebuah PRODUK, dan RESELLER akan membeli dengan jumlah banyak atau grosir agar mendapatkan harga yang murah. Lalu dijual ke konsumen dengan media online.

B. Reseller itu sah jadi penjual karena sebelumnya ia lakukan transaksi jual beli barang dengan Supplier/distributor/produsen. Reseller boleh menentukan berapapun keuntungan yang di inginkannya.

A. Sepakat.

Lebih lanjut pembahasan mengenai jual beli online skema Dropshipper dan Reseller ini apa lagi bro?

B. Jual beli Online skema Supplier dan Reseller ini termasuk Transaksi jual beli pesanan.

Spesifikasi barang harus di informasikan detail. Teknis pembayarannya boleh dengan kontan (NAQDAN), boleh secara tempo (MUAJJAL), boleh secara angsuran (TAQSITH), boleh dibayar dulu (SALAM), sepakati saja.

Transaksi Jual Beli Pesanan ini sempurna ketika Barang Pesanan SUDAH SESUAI dengan yang dipesan.

Jual beli Pesanan mengharuskan adanya KHIYAR alias HAK PILIH dari pembeli, SETELAH barang DITERIMA pembeli, JADI BELI atau NGGAK?

A. Lho kan spesifikasi barangnya sudah dijelaskan dan diperlihatkan melalui pictures bro?

B. Ya tetap aja masih GHARAR alias nggak jelas kan bro kalau belum dilihat dan dipegang langsung.

A. Iya juga sih.

B. Naaah… Hal inilah yang kudu jadi perhatian serius baik oleh Dropshipper dan Reseller, RISIKO-RESIKO yang dimungkinkan terjadi.

A. Apa risikonya, bro?

B. HARGA YANG DISEPAKATI DI AWAL itu kan harga barang saja, bro. Bagaimana dengan BIAYA KIRIM BARANG, BIAYA RETUR jika barang tidak sesuai pesanan, dll.

Jika di awal TIDAK ADA KESEPAKATAN penanggung BIAYA-BIAYA TEKNIS tersebut maka semua BIAYA-BIAYA tersebut otomatis menjadi kewajiban Dropshipper maupun Reseller. KECUALI jika ada perjanjian lain yang DISEPAKATI DI AWAL.

Supaya AN TAROODHIN MINKUM. Terbuka saja, sepakati di awal biar nggak ngedumel dibelakang, agar JUAL BELI jadi BERKAH. Gitu ya.

A. Ok bro, faham. Thanks ya bro.

B. Okay. Sip. Barakallah.

​KAYA MATERI ITU BAIK

Standar

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ
“Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu”. QS. Al-Baqarah : 198
PRIORITAS utama adalah الله سُبْحَانَهُ وتَعَالَى dan COMMITMENT yang diutamakan tentu kepada الله سُبْحَانَهُ وتَعَالَى semata.
“KEKAYAAN bukan TUJUAN tetapi ALAT. Alat untuk : 1. IBADAH (kepada الله). 2. Menjadi KHALIFAH (bermanfaat bagi sesama) dan 3. BERDAKWAH (teladan bagi sesama).
“KEKAYAAN tidak dijauhi melainkan di ikat dengan nilai AGAMA. Kaya-lah, karena Kekayaan adalah KUALITAS KEDUA setelah AGAMA. Lanjutkan membaca

​PRAKTEK BUNGA ITU NGGAK FAIR FLAY

Standar

Praktek BUNGA itu nggak FAIR FLAY dan nggak LOGIC, buat yang sembuh Jasmani dan sehat Rohaninya. Nggak FAIR FLAY, karena praktek BUNGA itu CULAS, CULAS dengan PEMASTIAN UNTUNG. Nggak FAIR FLAY, karena Praktek BUNGA ini, LEGAL secara HUKUM.

Fair Play dalam permainan sepakbola biasa diartikan dengan bermain mengedepankan MORAL dan ETIKA permainan.

Tanyakan, pada mereka yang GeBol (Gemar Bola), apakah SETUJU, jika club favorit mereka menang disetiap permainan dan juara disetiap kompetisi, dengan cara curang ..? Lanjutkan membaca

​JANGAN GALAU!

Standar

A. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

B. وَعَلَيْكُمْ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله

A. Bro. Bagaimana pendapat ente dengan anggapan segelintir orang yang mengatakan Bank Syariah belum sempurna 100% Syariah?

B. Katakan pada mereka KESEMPURNAAN itu MILIK الله سُبْحَانَهُ وتَعَالَى.

Lanjutkan membaca

​TIME is MONEY

Standar

A. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

B. وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

A. Bro, menurut pemahaman ente, Time Value of Money itu bagaimana?

B. Time Value of Money? Ya nggak gimana-gimana. La wong itu bukan konsep ekonomi Syariah kok.

Ekonomi Syariah itu bro, nggak pake konsep Time Value of Money (nilai waktu dari uang) turunan dari konsep Time is Money, yang dipake dalam ekonomi Syariah ituuu Economic Value of Time artinyaaa waktulah yang memiliki nilai ekonomi, bukan uang memiliki nilai waktu.

Lanjutkan membaca