FATWA DSN MUI

Standar
  1. Giro.pdf
  2. Tabungan.pdf
  3. Deposito.pdf
  4. Murabahah.pdf
  5. Salam.pdf
  6. Istisna’.pdf
  7. Mudharabah.pdf
  8. Musyarakah.pdf
  9. Ijarah.pdf
  10. Wakalah.pdf
  11. Kafalah.pdf
  12. Hawalah.pdf
  13. Uang Muka Murabahah.pdf
  14. Sistem Distribusi Hasil Usaha.pdf
  15. Prinsip Distribusi Hasil Usaha.pdf
  16. Diskon Murabahah.pdf
  17. Sanksi Menunda Pembayaran.pdf
  18. PPAP.pdf
  19. Qardh.pdf
  20. Pedoman Investasi Reksa Dana.pdf
  21. Pedoman Asuransi Syariah.pdf 
  22. Istishna’ Paralel.pdf
  23. Potongan Pelunasan Murabahah.pdf
  24. Safe Deposit Box.pdf
  25. Rahn.pdf
  26. Rahn Emas.pdf
  27. Ijarah IMBT.pdf
  28. Jual Beli Mata Uang.pdf
  29. Pembiayaan Pengurusan Haji.pdf
  30. Pembiayaan PRKS.pdf
  31. Pengalihan Utang.pdf
  32. Obligasi Syariah.pdf
  33. Obligasi Syariah Mudharabah.pdf
  34. LC Impor.pdf
  35. LC Ekspor.pdf
  36. SWBI.pdf 
  37. PUAS.pdf
  38. Sertifikat IMA.pdf
  39. Asuransi Haji.pdf
  40. Pasar Modal Syariah.pdf
  41. Obligasi Syariah Ijarah.pdf
  42. Syariah Charge Card.pdf
  43. Ta’widh.pdf
  44. Multijasa.pdf
  45. Line Facility.pdf
  46. Potongan Tagihan Murabahah.pdf
  47. Penyelesaian Piutang Murabahah.pdf
  48. Penjadwalan Kembali Tagihan Murabahah.pdf
  49. Konversi Akad Murabahah.pdf
  50. Akad Mudharabah Musytarakah.pdf 
  51. Mudharabah Musytarakah Asuransi.pdf
  52. Akad Wakalah bil Ujroh.pdf
  53. Tabarru Asuransi.pdf
  54. Syariah Card.pdf
  55. PRKS Musyarakah.pdf
  56. Review Ujrah.pdf
  57. LC Kafalah bil Ujrah.pdf
  58. Hawalah bil Ujrah.pdf
  59. Obligasi Mudharabah Konversi.pdf
  60. Penyelesaian Piutang Ekspor.pdf
  61. Penyelesaian Utang Impor.pdf
  62. Ju’alah.pdf
  63. SBIS.pdf
  64. SBIS Ju’alah.pdf
  65. HMETD.pdf
  66. Waran.pdf
  67. Anjak Piutang.pdf
  68. Rahn Tasjily.pdf 
  69. SBSN.pdf
  70. Metode Penerbitan SBSN.pdf
  71. Sale and Lease Back.pdf
  72. SBSN Ijarah.pdf
  73. Musyarakah Mutanaqisah.pdf
  74. Penjaminan Syariah.pdf
  75. Pedoman PLBS.pdf
  76. SBSN Ijarah Asset To Be Leased.pdf
  77. Murabahah Emas.pdf
  78. Mekanisme Instrumen PUAS.pdf
  79. Qardh Dana Nasabah.pdf
  80. Prinsip Syariah Bursa Efek.pdf
  81. Pengembalian Dana Tabarru.pdf
  82. Perdagangan Bursa Komoditi.pdf
  83. PLBS Jasa Perjalanan Umrah.pdf
  84. Metode Pengakuan Keuntungan Pembiayaan Murabahah.pdf
  85. Janji dalam Transaksi Keuangan dan Bisnis Syariah.pdf
  86. Hadiah dalam Penghimpunan Dana LKS.pdf
  87. Income Smoothing Dana Pihak Ketiga.pdf
  88. Pedoman Umum Pensiun Syariah.pdf
  89. Refinancing Syariah.pdf
  90. Pengalihan Pembiayaan Murabahah Antar LKS.pdf
  91. Pembiayaan Sindikasi.pdf
  92. Pembiayaan yang Disertai Rahn.pdf
  93. Keperantaraan (Wasathah) dalam Bisnis Properti.pdf
  94. Repo Surat Berharga Syariah (SBS).pdf
  95. SBSN Wakalah.pdf
  96. Transaksi Lindung Nilai Syariah atas Nilai Tukar.pdf
  97. Sertifikat Deposito Syariah.pdf
  98. Pedoman Penyelenggaraan BPJS Syariah.pdf
  99. Anuitas Syariah untuk Program Pensiun.pdf
  100. Pedoman Transaksi Voucher Multi Manfaat Syariah.pdf

Lanjutkan membaca

​FATWA TENTANG BUNGA BANK

Standar

A. Bro, Pernah baca hasil FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 1 Tahun 2004 Tentang BUNGA (INTEREST/FA’IDAH).pdf …?

B. Mmm…
A. Coba, isi nya apa?
B. Mmm…
A. Pindahin duit ente dari Bank Konvensional yang Ribawi ke Bank Syariah.

Lanjutkan membaca

​KETIKA KELAK ANAKKU BERTANYA 

Standar

“Apakah tahun 2016 Ayah masih muda?” tanya anakku.
“Iya, Ayah masih muda. Masih gagah,” jawabku.

“Apa benar tahun 2004 di FATWAKAN BUNGA BANK ITU HARAM?” tanyanya menggugah ingatanku.
“Iya, benar. Telah lahir FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Tentang BUNGA (INTEREST/FA’IDAH)
,” jelasku.

“Ayah, saya baca di beberapa tulisan, TIDAK ada REAKSI, TIDAK ada TUNTUTAN, TIDAK ada DEMO, TIDAK ada FOKUS untuk MEMBASMI Pelegalan Riba dalam lembaga perbankan. Bahkan, hingga tahun 2016, 12 tahun setelah difatwakan, saat dimana ayah masih gagah, market share Bank Syariah jauh lebih kecil ketimbang Bank yang melegalkan RIBA. Ayah ada di mana waktu itu?” Lanjutkan membaca

​AKAD / KONTRAK DALAM SYARIAT ISLAM

Standar

Akad berasal dari bahasa Arab “aqd” yang diartikan perjanjian atau kontrak. Secara epsitemologi bermakna mengikat, menyambung atau menghubungkan (ar-rabt). Secara terminologi berarti perikatan antara ijab dan qabul dengan cara-cara yang disyariatkan dan menimbulkan implikasi hukum tertentu.

Tujuan diciptakannya teori akad ini dalam rangka mewujudkan kemaslahatan harta (hifz al-mal).

DALIL TENTANG AKAD

Sumber keabsahan akad didasarkan pada Al-Quran dan Hadits, disamping itu juga didukung oleh sumber hukum Islam lainnya, seperti ijma’ (kesepakatan ulama) dan juga qiyas (teori perbandingan hukum).
Al-Quran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. QS. Al-Mā`idah : 1.

Hadits.

الْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا

“Orang-orang muslim itu senantiasa terikat kepada syarat-syarat (janji-janji) mereka, kecuali Syarat Yang Mengharamkan Suatu Yang Halal Atau Menghalalkan Suatu Yang Haram. HR. Abu Dawud

Lanjutkan membaca

LEADERSHIP

Standar

LEADERSHIP diartikan sebagai prestise, kekuasaan, kewibawaan, kemampuan (kecakapan dan kelebihan) untuk mempengaruhi orang lain, yang umumnya predisposisi (bakat yang dibawa sejak lahir), untuk memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir, dan atau mengontrol orang lain. Sehingga ia memperoleh Rasa Hormat (RESPECT), Pengakuan (RECONGNITION), Kepercayaan (TRUS), Ketaatan (OBEDIENCE) dan Kesetiaan (LOYALTY) untuk memimpin guna mencapai visi misi.

Lanjutkan membaca