HAKIKAT REZEKI DAN HASIL USAHA

Standar

Allah Maha Kaya sedangkan Kalian Orang-orang yang Fakir

Apa yang telah dihasilkan oleh tangan seseorang, maka terlarang bagi yang lain untuk mendapatkannya kecuali dengan PERNIAGAAN.

Apabila manusia telah mampu bertindak mencari usaha dan memperoleh hasil, lalu MANFAAT nya kembali kepada seseorang dan ia dapat menikmati HASIL nya dengan membelanjakannya untuk kemaslahatan dan kebutuhan-kebutuhannya maka hal itu disebut dengan REZEKI.

Jika ia tidak mendapat manfaat darinya sama sekali untuk kemaslahatan dan kebutuhan-kebutuhannya maka bukanlah disebut REZEKI.

Bagi orang yang memilikinya dengan usaha dan kemampuannya, hal itu disebut dengan KASB (Hasil Usaha).

Misalnya adalah Harta Warisan. Harta ini dinisbatkan kepada orang yang meninggal disebut KASB (Hasil Usaha) dan tidak disebut REZEKI, karena ia tidak mendapatkan manfaatnya. Sedangkan dinisbatkan kepada ahli waris sebagai REZEKI disebabkan mereka dapat mengambil manfaatnya.

Manfaat-manfaat dan hasil-hasil usaha adalah merupakan Nilai-nilai Perkerjaan Manusia dan REZEKI adalah apa yang bisa diambil manfaatnya.

Allah tetap memberi REZEKI kepada pengGhasab (perampas), orang Zhalim, orang Mukmin dan orang Kafir. Namun hanya memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada orang yang Dia kehendaki.

Wallahua’lam
Mukaddimah Ibnu Khaldun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s