​INGIN JADI BANKIR

Standar

A. Bro, ane mau tanya ?

B. Silahkan. Tanya apaan?

A. Rentenir dan Bankir ituuu sama apa beda sih..?

B. Owh, itu. Sebentar…
Menurut Kamus Internasional (Osman Raliby) RENTENIR adalah sebuah istilah klasik yang berasal dari bahasa Belanda: RENTENIER, berarti “PEMAKAN RIBA atau BUNGA UANG.”

Nah, kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), RENTENIR diartikan sebagai orang yang mencari NAFKAH dengan MEMBUNGAKAN UANG; TUKANG RIBA dan atau LINTAH DARAT.

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), BANKIR sendiri diartikan sebagai, orang yang MEMPERDAGANGKAN UANG.

Hehehe, uang kok diperdagangkan, ono-ono wae… ada pantun nya tu…

Perlakukan uang sebagai uang
Jangan sampai melampaui batas
Uang alat untuk berdagang
Jangan dianggap komoditas

Perlakukan uang sebagai uang
Prinsip syariah kudu dijaga
Uang modal untuk berdagang
Media transaksi pengukur harga

So, RENTENIR dan BANKIR (yang MEMPERDAGANGKAN UANG) itu ya sama saja sebenarnya. Mereka memiliki profesi untuk menjalankan transaksi pinjaman uang (al-qardh) dengan tambahan (bunga), yang diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil pokok tersebut, berdasarkan tempo waktu, diperhitungkan secara pasti di muka, dan pada umumnya berdasarkan persentase.

Menurut FATWA MUI No. 1 Tahun 2004 Tentang BUNGA (INTEREST/FA’IDAH). Praktek pembungaan uang dalam transaksi pinjaman (utang-piutang, al-qardh) tersebut sudah memenuhi kriteria Riba yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW, yakni RIBA NASI’AH. Dengan demikian, praktek pembungaan uang termasuk salah satu bentuk RIBA, dan HARAM hukumnya. Dosa (karena bertransaksi) bunga sama dengan dosa Riba.

A. Astagfirullah…

B. Kaget ya. Ente bisa cek kamus dan fatwa MUI tersebut.

A. Iya, ane percaya. Cuma, mimpi ane keliru dong kalau ingin jadi bankir.?

B. Jelas itu. Sebaiknya jangan punya cita-cita atau impian untuk menjadi bankir. Karena RENTENIR dan BANKIR bukanlah sebuah PROFESI yang berbeda. Mereka sama, sama-sama pelaku Ribawi.

A. Iyaaa, sami’na wa atha’na. Kalau Bankir Syariah, gimana bro?

B. Naaah, kalau Bankir Syariah ane setuju banget tu. Boleh! Silahkan!

A. Loh, bedanya apa?

B. Bank Syariah jika mau ambil profit atau keuntungan maka HARUS dengan DAGANG, akad yang digunakan adalah akad-akad Tijarah. So, Bankir Syariah itu kerjaannya bukan MEMBUNGAKAN UANG tapi BERDAGANG, dagangannya juga bukan uang, tapi meliputi, jual beli, sewa menyewa, bagi hasil, jual beli jasa dan lain-lain dengan objek yang rill. Jelas beda!

Ente bisa baca bukunya Ahmad Ifham judulnya Membongkar Rahasia Bank Syariah. Di buku tersebut dikupas tuntas terkait transaksi Bank Syariah yang Harus Dagang.

A. Owh, gitu ya.

B. Iya. Gitu. Bank Syariah harus Dagang, Bankir Syariah wajib Dagang. Karena, setiap kelebihan (tambahan) pada harta pokok tanpa melalui akad dagang, itu RIBA.

A. Okay bro. Thanks share ilmunya.

B. Iya, you’re welcome. Udah, gitu aja?

A. Iya, alhamdulillah ane udah faham. Point nya RENTENIR dan BANKIR MAINSTREAM itu sama. Namun, beda dengan BANKIR SYARIAH. Sekarang ane mau fokus untuk jadi Bankir Syariah aja, biar nggak kena dosa RIBA dan berstatus RENTENIR. Ane mau upgrade ASK dulu, persiapan untuk lolos dan jadi bankir syariah, sambil entar baca-baca bukunya ahmad Ifham.

Sekali lagi, thanks ya share ilmunya. Bermanfaat banget.

B. Okaylah, kalau begitu, bro. Semoga cita-cita ingin jadi Bankir Syariah nya, dimudahkan dan sukses. Aamiin

Barakallahufikum

#AyoKeBankSyariah
#iLoveiB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s