​SUPPORTERS INFLASI

Standar

A. Assalamualaikum, bro.

B. Wa’alaikumussalmu warahmatullah

A. Bro, katanya fiat money rentan akan inflasi. Inflasi apaan sih? Trus, ada nggak sih hubungannya dengan Riba, tema yang sering ente bahas?

B. Inflasi. Inflasi hanya dapat terjadi dalam masyarakat yang menggunakan uang sebagai media pertukaran.

Inflasi itu simpelnya diartikan dengan “turunnya daya beli Uang”. Terlebih nilai instrinsik nilai uang tersebut lebih kecil dari pada nominalnya.

A. Penyebab inflasi sendiri apa bro ?

B. Penyebabnya kompleks. Tapi, Suku Bunga (RIBA) lah, penyebab utama terjadinya Inflasi.

A. Kok bisa, gimana ceritanya?

Lanjutkan membaca

​INGIN JADI BANKIR

Standar

A. Bro, ane mau tanya ?

B. Silahkan. Tanya apaan?

A. Rentenir dan Bankir ituuu sama apa beda sih..?

B. Owh, itu. Sebentar…
Menurut Kamus Internasional (Osman Raliby) RENTENIR adalah sebuah istilah klasik yang berasal dari bahasa Belanda: RENTENIER, berarti “PEMAKAN RIBA atau BUNGA UANG.”

Nah, kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), RENTENIR diartikan sebagai orang yang mencari NAFKAH dengan MEMBUNGAKAN UANG; TUKANG RIBA dan atau LINTAH DARAT.

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), BANKIR sendiri diartikan sebagai, orang yang MEMPERDAGANGKAN UANG.

Lanjutkan membaca

​BANK SYARIAH DI DEBATIN TERUS

Standar

Jangan terbelit terlilit dari urusan lebih urgen kepada urusan urgen. Dengan dalih mensyariahkan bank syariah, bank-bank syariah dibelit dan terlilit sehingga terlihat kerdil lalu ditinggalkan.

Target yang jauh lebih hebat dan dahsyat kita sekarang adalah mensyariahkan bank konvensioal.

Dengan terus menerus berdebat artinya kita terus bersusah payah untuk mengkerdilkan Bank Syariah, agar Bank Syariah tidak berkembang, atau malah agar Bank Syariah ditinggalkan, lalu kapan kita akan memangkas pilar-pilar satanic finance ?

Lanjutkan membaca

RENTENIR DI HUJAT – BANKIR DI PUJA …?

Standar

Ada ungkapan : Jika anda ingin kaya raya dalam waktu singkat, jangan berusaha memelihara tuyul, tapi jadilah seorang rentenir. Kemudian timbul pertanyaan, apa beda bank dengan rentenir …? Jawaban terbaik adalah Bank hanyalah rentenir yang dilembagakan dan kemudian dilegalkan.

Riba atau rente, dilihat dari sistem ekonomi, adalah sistem yang dicela. Hal ini dilakukan pula oleh sebagian ahli-ahli ekonomi negara-negara Barat. Seorang ahli ekonomi Jerman bernama Dr. Sacht, bekas direktur Reich Bank telah memberikan penjelasannya ketika berkunjung ke Damaskus pada tahun 1953: “Dengan melalui perhitungan matematik yang mendetail, terbukti bahwa uang yang beredar di seluruh dunia, pada akhirnya akan menjadi milik segelintir para pemilik modal yang menjalankan sistem riba/rente. Sebabnya ialah karena pemilik modal selalu beruntung, sedangkan orang yang hutang terkadang mengalami laba atau terkadang rugi.

Oleh karena itu, berdasarkan perhitungan matematik, uang akan kumpul di pihak yang selamanya memperoleh keuntungan. Dan memang, pernyataan yang saya kemukakan ini benar-benar sedang berjalan menuju sasarannya. Terbukti sekarang, bahwa sebagian besar uang yang sekarang beredar di dunia adalah milik pihak-pihak yang melakukan sistem riba atau yang menguasai perbankan.

Lanjutkan membaca

Quo Vadis Fatwa DSN No 77 tahun 2010

Standar

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mempertimbangkan apa yang saya harus lakukan untuk merespon kecenderungan terkini dari praktek ekonomi Islam khususnya keuangan dan perbankan syariah yang semakin jauh dari jati dirinya. Kecenderungan itu meliputi apa-apa yang tengah berlangsung di industri dan infrastruktur pendukungnya. Bahwa isu semakin kaburnya batas pemisah antara praktek keuangan syariah dan konvensional sudah menjadi wacana yang ramai didiskusikan pada tingkat global. Namun dengan penetrasi bisnis menuju integrasi pasar keuangan syariah yang semakin kencang, dimana Indonesia juga tidak dapat mengelak dari globalisasi pasar itu, maka mau tidak mau isu tadi juga kini menjadi perhatian stakeholder industri keuangan syariah tanah air. Mencermati ini tentu ada kegundahan dalam hati saya. Lanjutkan membaca