KONSEP KEUNTUNGAN DALAM EKONOMI SYARIAH

Standar

Ibnu Arabi mengatakan, bahwa transaksi ekonomi tanpa unsur ‘IWAD sama dengan RIBA. ‘IWAD dapat dipahami sebagai Equivalent Counter Value yang berupa RISIKO (Ghurmi), KERJA dan USAHA (Kasb), serta TANGGUNG JAWAB (Daman).

Secara umum, prinsip yang diajarkan syariat bahwa KEUNTUNGAN yang DIPEROLEH seseorang, berbanding lurus dengan PENGORBANAN dan RISIKO yang dia keluarkan.

Hadits.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma :

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ – ﷺ – عَنْ رِبْحِ مَا لَمْ يُضْمَنْ.

“Rasulullah ﷺ MELARANG, KEUNTUNGAN tanpa menanggung RISIKO KERUGIAN.” (HR. Nasa’i)

Hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَنَّ الْخَرَاجَ بِالضَّمَانِ.

“Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, Hak memperoleh keuntungan (pendapatan/manfaat) adalah imbangan dari liabilitas (kesediaan menanggung resiko kerugian).” (HR. Abu Dawud)

Lanjutkan membaca

“RIBA LOVERS” (Have Something Out Of Nothing)

Standar

Dalam setiap investasi atau bisnis, kita dihadapkan pada dua hasil, kalau tidak UNTUNG, berarti RUGI ..!

Bagi setiap individu yang waras, pastinya tidak akan menerima prilaku yang tidak berani ambil resiko, ingin cari aman saja, berani untung tak berani rugi”, yang ada pada prilaku rentenir dalam mu’malahnya.

A`isyah Radiallahu’anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda : al-kharaj bi adh-dhomaan. “Hak memperoleh keuntungan (pendapatan/manfaat) adalah imbangan dari liabilitas [kesediaan menanggung kerugian].” (HR Abu Dawud no 3044, At-Tirmidy no 1206, An-Nasa`i no 4414, Ibnu Majah no 2234, Ahmad no 24806). Hadis sahih (Lihat Nashiruddin Al-Albani, Mukhtashar Irwa`ul Ghalil, hadis no 1446).

Dalam kaidah fiqh khusus di bidang mu’amalah atau transaksi (al-qawaid al fiqhiyyah, Islamic legal maxim) yang berbunyi : Al-Ghurmu bi al-ghunmi. “Kesediaan menanggung kerugian diimbangi dengan hak mendapatkan keuntungan.” (Lihat Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Iqtisahdi fi al-Islam, hal. 190; lihat juga kaidah ini dalam kitab-kitab ushul fiqih seperti : Kasyful Asrar, Juz III hal. 155, Syarah At-Talwih ‘Ala Al-Taudhih, Juz II hal. 391, Al-Mantsur fi Al-Qawaid, Juz II hal. 111, At-Taqrir wa At-Tahbir, Juz III hal. 497, Al-Asybah wa An-Nazha`ir, Juz I hal. 244).

Sikap seseorang yang hanya mau untung tapi tak mau menanggung kerugian atau melemparkan tanggung jawab kerugian kepada pihak lain—amat bertentangan dengan prinsip umum al-kharaj bi al-dhaman di atas. Sebab prinsip ini menegaskan bahwa pihak yang
berhak mendapatkan keuntungan hanyalah pihak yang siap menanggung kerugian. Inilah prinsip umum muamalah yang adil. Maka dari itu, transaksi yang memastikan keuntungan, diharamkan menurut ajaran Islam.
Lanjutkan membaca